Minggu, 24 Mei 2026

Gus Dur, Merawat Perbedaan dan Kemanusiaan

Oleh: Sugianto, Aktivis Lingkungan




Pluralisme dalam pandangan Gus Dur bukan sekadar gagasan tentang keberagaman, melainkan nilai kemanusiaan yang harus hidup dalam keseharian. Bagi beliau, perbedaan agama, suku, budaya, dan keyakinan adalah kenyataan yang tidak perlu dipertentangkan. Justru dari perbedaan itulah manusia belajar memahami arti toleransi dan penghormatan terhadap sesama.

Gus Dur melihat Indonesia sebagai rumah besar yang dibangun dari banyak warna kehidupan. Karena itu, menjaga keberagaman berarti menjaga Indonesia itu sendiri. Ia percaya bahwa bangsa ini tidak akan kuat jika dipenuhi rasa curiga dan kebencian antargolongan. Sebaliknya, bangsa akan tumbuh besar ketika masyarakatnya mampu hidup berdampingan dengan damai.

Dalam banyak kesempatan, Gus Dur selalu menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan kelompok. Ia membela mereka yang tertindas tanpa memandang agama maupun latar belakangnya. Baginya, setiap manusia memiliki hak yang sama untuk dihormati dan diperlakukan secara adil. Nilai inilah yang menjadikan pemikiran Gus Dur begitu dekat dengan semangat pluralisme.

Pluralisme bukan berarti menyamakan semua keyakinan, tetapi menghargai hak setiap orang untuk hidup sesuai keyakinannya masing-masing. Gus Dur mengajarkan bahwa perbedaan tidak harus melahirkan permusuhan. Perbedaan justru dapat menjadi jembatan untuk saling mengenal, memahami, dan bekerja sama demi kebaikan bersama.

Di tengah dunia yang semakin mudah terpecah karena fanatisme dan ego kelompok, pemikiran Gus Dur terasa semakin relevan. Ia mengingatkan bahwa kedamaian lahir dari hati yang terbuka, bukan dari pemaksaan kehendak. Sebab kemanusiaan akan selalu lebih tinggi nilainya daripada kebencian.

Warisan terbesar Gus Dur bukan hanya kepemimpinannya sebagai presiden, tetapi keberaniannya menjaga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan. Ia membuktikan bahwa keberagaman bukan ancaman bagi bangsa, melainkan kekuatan yang membuat Indonesia tetap hidup dan bermartabat.

“Tidak penting apa pun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”

— Abdurrahman Wahid






EmoticonEmoticon